Bagi pengguna kendaraan roda empat di Kota Bandung sudah sebaiknya
menyimpan tempat sampah di dalamnya. Sebab Pemkot Bandung bakal mulai
merazia mobil yang tidak menyediakan tempat sampah. Seperti yang terjadi
di Balai Kota tempat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bekerja.
Di
sini 51 kendaraan kena tegur petugas Satpol PP Bandung lantaran tidak
menyediakan tempat sampah. Mobil milik PNS dan umum yang berseliweran
ini dicatat nopol nya. Kemudian petugas memberi tahu bahwa Pemkot
Bandung tengah menegakan Perda nomor 11 tahun 2005 tentang Ketertiban
Kebersihan dan Keindahan (K3).
"Dari jam 07.00 sampai 10.00 WIB
sudah ada 51 kendaraan yang kedapatan tidak memiliki tempat sampah.
Selain mobil PNS ada juga taksi dan mobil milik umum. Pokoknya yang
masuk area Pemkot harus diperiksa semua," kata Plt Kasat Pol PP Kota
Bandung, Meivy Adha Krishna, Rabu (3/12).
Meskipun berhasil
menjaring puluhan mobil yang tidak memiliki tempat sampah, para
pelanggar tersebut tidak langsung di denda. Dalam Perda K3 sendiri
pemilik mobil yang tidak melengkapi kendaraannya dengan tempat sampah
akan dikenakan denda paksa sebesar Rp 250 ribu.
Pemberlakuan
denda untuk pemilik kendaraan yang melanggar Perda tersebut baru
diterapkan Senin (8/12) pekan depan. Denda tersebut juga berlaku untuk
para PNS.
"Kita baru sosialisasi artinya yang masuk kita periksa.
Yang tidak punya tempat sampah tidak boleh parkir di dalam Balai Kota,
alasan mereka rata-rata memang masih belum mengetahui. Sekarang saya
minta semua sudah memasang tempat sampah," ujarnya. Dia meminta kepada
pengendara mulai hari ini menyediakan tempat sampah di dalam kendaraan.
Sumber: Merdeka.com
Rabu, 03 Desember 2014
Ridwan Kamil Bangga Ditunjuk Sebagai Duta Keliling Bung Karno
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku bangga ditunjuk sebagai Duta Keliling Bung karno oleh Guruh Soekarno Putra.
"Saya diundang Ketua Yayasan Bung Karno untuk memaparkan rencana renovasi situs-situs Bung Karno di Kota Bandung," ujar Emil panggilan Ridwan Kamil, Jumat (21/11/2014).
Emil mengatakan, di Kota Bandung ada 8 titik situs Bung Karno yang harus diselamatkan. Rencananya akan dibangun museum Bung Karno agar generasi mendatang mengenal proklamator Indonesia.
Guruh Soekarno Putra sebagai Ketua Yayasan Bung Karno menunjuk Ridwan Kamil sebagai duta keliling yayasan bung Karno bisa mendata dan menyelamatkan situs-situs sejarah Bung Karno.
"Saya bangga diangkat jadi duta keliling yayasan Bung Karno karena tidak semua orang mempunyai kesempatan ini," ujar Emil.
Sebagai duta keliling dipastikan harus keliling Indonesia menginventarisasi situs-situs Bung Karno. (tsm)
Sumber: Tribun
"Saya diundang Ketua Yayasan Bung Karno untuk memaparkan rencana renovasi situs-situs Bung Karno di Kota Bandung," ujar Emil panggilan Ridwan Kamil, Jumat (21/11/2014).
Emil mengatakan, di Kota Bandung ada 8 titik situs Bung Karno yang harus diselamatkan. Rencananya akan dibangun museum Bung Karno agar generasi mendatang mengenal proklamator Indonesia.
Guruh Soekarno Putra sebagai Ketua Yayasan Bung Karno menunjuk Ridwan Kamil sebagai duta keliling yayasan bung Karno bisa mendata dan menyelamatkan situs-situs sejarah Bung Karno.
"Saya bangga diangkat jadi duta keliling yayasan Bung Karno karena tidak semua orang mempunyai kesempatan ini," ujar Emil.
Sebagai duta keliling dipastikan harus keliling Indonesia menginventarisasi situs-situs Bung Karno. (tsm)
Sumber: Tribun
Saatnya Kita Gowes Sepeda di Lalulintas Bandung
Bandung merupakan salah satu kota wisata yang ramai dikunjungi. Namun
Bandung juga merupakan kota besar yang memiliki aktivitas rutin yang
padat dan ramai. Lalu lintas Bandung
selalu ramai, terutama saat waktu berangkat dan pulang para pekerja
kantor dan siswa sekolah. Keramaian ini memunculkan kemacetan, sebuah
fenomena yang jamak dijumpai di kota-kota besar seluruh dunia.
Pada tahun 2007 saja, Bandung sudah diisi dengan 670.000 kendaraan bermotor. Angka ini terus bertambah pesat setiap tahunnya. Di sisi lain, jalanan kota Bandung hanya bertambah sedikit saja. Bertambahnya kendaraan bermotor ini berdampak buruk pada lalu lintas Bandung, tidak hanya mengakibatkan macet, namun juga berandil besar pada pencemaran lingkungan. Asap kendaraan bermotor yang disemburkan setiap harinya cukup untuk meracuni warga kota Bandung. Karbonmonoksida jika dihirup oleh manusia akan berbahaya dan menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya kanker.
Karena itu, banyak gagasan yang mengusulkan warga untuk memakai moda transportasi yang ramah lingkungan. Salah satu cara bepergian yang lebih ramah lingkungan dan menyehatkan tubuh adalah bersepeda. Bandung, pada masa pemerintahan Dada Rosada, telah menandai jalur sepeda di beberapa jalan di kota. Cat biru sebagai penanda jalur sepeda ini sudah banyak yang memudar. Wali Kota Bandung sekarang, Ridwan Kamil, berusaha untuk membangkitkan lagi jalur sepeda ini. Rencananya jalur sepeda ini diberi marka dengan kualitas cat yang bagus.
Lokasi yang akan diberi jalur sepeda ini akan ditentukan bersama antara pemerintah dengan berbagai komunitas sepeda seperti Bike to Work dan Bike to School. Ridwan ingin Bandung menjadi kota sepeda di masa depannya. Selain jalur sepeda, dia juga berencana untuk mempersiapkan fasilitas lain seperti parkir di berbagai gedung dan lokasi-lokasi penyewaan sepeda yang menjadi salah satu kebijakan dalam bidang lalu lintas Bandung.
Beberapa jalan di kota Bandung yang sudah dicat jalur sepeda diantaranya adalah Jalan Wastukencana dan Jalan Aceh. Beberapa daerah yang akan menyusul adalah Tegallega dan Gasibu. Pemerintah Kota Bandung sudah bertekad untuk membuat jalur sepeda beserta fasilitas lainnya. Selain mempersiapkan fasilitas, Pemerintah Kota Bandung juga mengatur berbagai kebijakan dan ajakan untuk bersepeda saat bepergian. Warga bisa memulai dengan bersepeda ketika berangkat ke kantor atau berangkat ke sekolah. Bahkan ada kebijkan bahwa satu hari dalam seminggu, warga kota Bandung dianjurkan untuk memakai sepeda ketika berangkat ke kantor. Hal ini tentu saja untuk memperbaiki sistem lalu lintas Bandung yang ada saat ini.
Ke depannya, diharapkan tidak hanya warga kota Bandung yang bersepeda berkeliling kota. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah diharapkan bisa menikmati nikmatnya bersepeda di kota Bandung. Dengan kebijakan semacam ini, maka ciri khas Bandung yang selalu macet parah setiap akhir pekan bisa diminimalisir. Selain untuk menonjolkan ciri khas, dengan bersepeda kita bisa turut menjaga kelestarian lingkungan dan menyehatkan tubuh. Karena itu, ayo mulai bersepeda!
Sumber: Sebandung.com
Pada tahun 2007 saja, Bandung sudah diisi dengan 670.000 kendaraan bermotor. Angka ini terus bertambah pesat setiap tahunnya. Di sisi lain, jalanan kota Bandung hanya bertambah sedikit saja. Bertambahnya kendaraan bermotor ini berdampak buruk pada lalu lintas Bandung, tidak hanya mengakibatkan macet, namun juga berandil besar pada pencemaran lingkungan. Asap kendaraan bermotor yang disemburkan setiap harinya cukup untuk meracuni warga kota Bandung. Karbonmonoksida jika dihirup oleh manusia akan berbahaya dan menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya kanker.
Karena itu, banyak gagasan yang mengusulkan warga untuk memakai moda transportasi yang ramah lingkungan. Salah satu cara bepergian yang lebih ramah lingkungan dan menyehatkan tubuh adalah bersepeda. Bandung, pada masa pemerintahan Dada Rosada, telah menandai jalur sepeda di beberapa jalan di kota. Cat biru sebagai penanda jalur sepeda ini sudah banyak yang memudar. Wali Kota Bandung sekarang, Ridwan Kamil, berusaha untuk membangkitkan lagi jalur sepeda ini. Rencananya jalur sepeda ini diberi marka dengan kualitas cat yang bagus.
Lokasi yang akan diberi jalur sepeda ini akan ditentukan bersama antara pemerintah dengan berbagai komunitas sepeda seperti Bike to Work dan Bike to School. Ridwan ingin Bandung menjadi kota sepeda di masa depannya. Selain jalur sepeda, dia juga berencana untuk mempersiapkan fasilitas lain seperti parkir di berbagai gedung dan lokasi-lokasi penyewaan sepeda yang menjadi salah satu kebijakan dalam bidang lalu lintas Bandung.
Beberapa jalan di kota Bandung yang sudah dicat jalur sepeda diantaranya adalah Jalan Wastukencana dan Jalan Aceh. Beberapa daerah yang akan menyusul adalah Tegallega dan Gasibu. Pemerintah Kota Bandung sudah bertekad untuk membuat jalur sepeda beserta fasilitas lainnya. Selain mempersiapkan fasilitas, Pemerintah Kota Bandung juga mengatur berbagai kebijakan dan ajakan untuk bersepeda saat bepergian. Warga bisa memulai dengan bersepeda ketika berangkat ke kantor atau berangkat ke sekolah. Bahkan ada kebijkan bahwa satu hari dalam seminggu, warga kota Bandung dianjurkan untuk memakai sepeda ketika berangkat ke kantor. Hal ini tentu saja untuk memperbaiki sistem lalu lintas Bandung yang ada saat ini.
Ke depannya, diharapkan tidak hanya warga kota Bandung yang bersepeda berkeliling kota. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah diharapkan bisa menikmati nikmatnya bersepeda di kota Bandung. Dengan kebijakan semacam ini, maka ciri khas Bandung yang selalu macet parah setiap akhir pekan bisa diminimalisir. Selain untuk menonjolkan ciri khas, dengan bersepeda kita bisa turut menjaga kelestarian lingkungan dan menyehatkan tubuh. Karena itu, ayo mulai bersepeda!
Sumber: Sebandung.com
Ridwan Kamil Bikin Gerakan Pungut Sampah Senin, Rabu, Jumat
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan
Hidup, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan program baru bernama
Gerakan Pungut Sampah di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Senin
(23/6/2014).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 warga yang berasal dari 40 komunitas, Muspida, Instansi Swasta, TNI, Polri, dan unsur kewilayahan dari seluruh kelurahan dan kecamatan se-Kota Bandung.
Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, Gerakan Pungut sampah merupakan program untuk mengubah kultur masyarakat untuk lebih mencintai Kota Bandung. "Perubahan kultur dari yang biasanya cuek, biasanya buang sampah sembarangan, kultur yang biasa pasif menjadi aktif untuk mencintai kebersihan," kata Emil saat ditemui seusai peluncuran.
Emil melanjutkan, Gerakan Pungut Sampah adalah salah satu upaya untuk Kota Bandung agar bisa membiasakan diri untuk menjaga kebersihan di lingkungannya dengan cara menyediakan waktu 10 hingga 30 menit untuk memungut sampah di lingkungan sekitar.
"Jaraknya 100 hingga 300 meter mudah-mudahan ini jadi cara baru untuk masyarakat Kota Bandung agar mencintai kotanya. Saya kira sederhana," ucap dia.
Untuk sementara, kata Emil, gerakan ini akan diterapkan tiga hari dalam satu minggu, yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dia berharap, anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan ini bisa mengubah aksi memungut sampah di lingkungan sekitar menjadi sebuah budaya rutin.
"Kuncinya mulai dari pemimpinnya hingga warganya harus mulai melakukan hal yang sama (pungut sampah). Kita sudah komitmen hari ini, Senin, Rabu, dan Jumat kita luangkan waktu 10 sampai 30 menit untuk memungut sampah di lingkungan terdekat kita," kata Emil.
Emil khawatir, jika gerakan ini tidak dimulai sekarang, masalah sampah-sampah di Kota Bandung tidak akan selesai. "Karena pemerintah tidak bisa mengurusi yang sifatnya rutin seperti sampah ini," ujar Emil.
Sumber: Kompas.com
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 warga yang berasal dari 40 komunitas, Muspida, Instansi Swasta, TNI, Polri, dan unsur kewilayahan dari seluruh kelurahan dan kecamatan se-Kota Bandung.
Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, Gerakan Pungut sampah merupakan program untuk mengubah kultur masyarakat untuk lebih mencintai Kota Bandung. "Perubahan kultur dari yang biasanya cuek, biasanya buang sampah sembarangan, kultur yang biasa pasif menjadi aktif untuk mencintai kebersihan," kata Emil saat ditemui seusai peluncuran.
Emil melanjutkan, Gerakan Pungut Sampah adalah salah satu upaya untuk Kota Bandung agar bisa membiasakan diri untuk menjaga kebersihan di lingkungannya dengan cara menyediakan waktu 10 hingga 30 menit untuk memungut sampah di lingkungan sekitar.
"Jaraknya 100 hingga 300 meter mudah-mudahan ini jadi cara baru untuk masyarakat Kota Bandung agar mencintai kotanya. Saya kira sederhana," ucap dia.
Untuk sementara, kata Emil, gerakan ini akan diterapkan tiga hari dalam satu minggu, yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dia berharap, anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan ini bisa mengubah aksi memungut sampah di lingkungan sekitar menjadi sebuah budaya rutin.
"Kuncinya mulai dari pemimpinnya hingga warganya harus mulai melakukan hal yang sama (pungut sampah). Kita sudah komitmen hari ini, Senin, Rabu, dan Jumat kita luangkan waktu 10 sampai 30 menit untuk memungut sampah di lingkungan terdekat kita," kata Emil.
Emil khawatir, jika gerakan ini tidak dimulai sekarang, masalah sampah-sampah di Kota Bandung tidak akan selesai. "Karena pemerintah tidak bisa mengurusi yang sifatnya rutin seperti sampah ini," ujar Emil.
Sumber: Kompas.com
Wali Kota Bandung Akan Jadikan Selasa tanpa Rokok
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menjadikan Selasa sebagai hari tanpa
rokok. Ridwan akan membuatnya menjadi aturan karena selama ini dirinya
hanya mensosialisasikan lewat jaringan media sosial. "Jika masyarakat
meresponsnya dengan baik, akan saya buat jadi aturan," kata dia saat
ditemui Tempo di Balai Kota Bandung, Rabu, 8 Januari 2014.
Imbauan yang disosialisasikannya lewat Twitter itu harus diuji beberapa kali. Respons positif yang diterimanya kemarin melalui Twitter akan dicoba pada Selasa berikutnya. Menurut dia, respons positif pun didapat dari kalangan perokok. "Sehari saja puasa merokok, mereka enggak keberatan."
Selain Selasa sebagai hari tanpa rokok, Ridwan telah mengimbau aksi tertentu untuk hari yang berbeda. Senin Berpangsi dan Berkebaya dengan menganjurkan agar warga Bandung mengenakan pakaian khas Sunda, yakni pangsi dan kebaya. Sementara Rebo Nyunda atau Rabu sebagai hari berbahasa sunda, Kamis Inggris atau sebagai hari berbahasa Inggris, dan Jumat Bersepeda atau hari menggunakan sepeda.
Imbauan-imbauan yang dibuatnya ini, katanya, segera akan dibuat aturan. "Sejauh ini belum ada keluhan dari mereka soal imbauan-imbauan saya," ujar Ridwan.
Menurut pantauan Tempo, imbauan-imbauan Ridwan, seperti Senin Berpangsi dan Berkebaya, juga Rebo Nyunda, ikut dilakukan oleh pelajar-pelajar sekolah dan beberapa pekerja di Kota Bandung.
Sumber: Tempo.Co
Imbauan yang disosialisasikannya lewat Twitter itu harus diuji beberapa kali. Respons positif yang diterimanya kemarin melalui Twitter akan dicoba pada Selasa berikutnya. Menurut dia, respons positif pun didapat dari kalangan perokok. "Sehari saja puasa merokok, mereka enggak keberatan."
Selain Selasa sebagai hari tanpa rokok, Ridwan telah mengimbau aksi tertentu untuk hari yang berbeda. Senin Berpangsi dan Berkebaya dengan menganjurkan agar warga Bandung mengenakan pakaian khas Sunda, yakni pangsi dan kebaya. Sementara Rebo Nyunda atau Rabu sebagai hari berbahasa sunda, Kamis Inggris atau sebagai hari berbahasa Inggris, dan Jumat Bersepeda atau hari menggunakan sepeda.
Imbauan-imbauan yang dibuatnya ini, katanya, segera akan dibuat aturan. "Sejauh ini belum ada keluhan dari mereka soal imbauan-imbauan saya," ujar Ridwan.
Menurut pantauan Tempo, imbauan-imbauan Ridwan, seperti Senin Berpangsi dan Berkebaya, juga Rebo Nyunda, ikut dilakukan oleh pelajar-pelajar sekolah dan beberapa pekerja di Kota Bandung.
Sumber: Tempo.Co
Pemkot Bandung Akan Bersiap Untuk Program “Kamis Inggris”
Pemkot Bandung rencananya akan launching ‘Kamis Inggris’ Perda kota
Bandung sebelumnya telah sukses dengan ‘Rebo Nyunda’ dimana warga
bandung diwajibkan menggunakan bahasa sunda, Dan untuk ‘Kamis Inggris
ini diwajibkan warga bandung untuk menggunakan bahasa Inggris dalam satu
hari setiap kamis.
Dan dalam waktu dekat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mencanangkan ‘Kamis Inggris’. Tujuannya untuk mempersiapkan sumber daya manusia karena pada tahun 2015 nanti Indonesia sudah masuk ke Asean Free Trade Area (AFTA), Agar SDM nya semakin percaya diri menghadapi tantangan berkompetisi internasional.
Sumber: Info Bandung
Dan dalam waktu dekat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mencanangkan ‘Kamis Inggris’. Tujuannya untuk mempersiapkan sumber daya manusia karena pada tahun 2015 nanti Indonesia sudah masuk ke Asean Free Trade Area (AFTA), Agar SDM nya semakin percaya diri menghadapi tantangan berkompetisi internasional.
Sumber: Info Bandung
Berpartisipasi dalam Program Rebo Nyunda
Sesuai dengan Perda Kota Bandung, setiap hari Rabu, warga Bandung
diwajibkan menggunakan bahasa Sunda atau istilahnya ‘Rebo Nyunda’.
Selain menggunakan bahasa Sunda, beberapa Instansi Pemerintahan dan
sekolah pun dianjurkan untuk memakai Pangsi serta Iket untuk laki-laki.
Sedangkan untuk perempuan memakai kebaya dan samping atau minimal
memakai karembong (selendang). Aston Primera Pasteur menyambut baik
anjuran yang digaungkan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Sejak Januari
lalu, seluruh front liner hotel yang berada dekat dengan pintu Tol
Pasteur ini sudah menggunakan Pangsi dan iket untuk laki laki serta
kebaya untuk perempuan. Tak hanya di hari Rabu, pada hari padat tamu
seperti di hari Sabtu dan Minggu hotel ini juga mewajibkan petugas front
liner untuk menggunakan pakaian adat Sunda tersebut. Ketika menyambut
para tamu di weekend, hotel ini pun menyiapkan pagelaran seni Sunda
seperti permainan kacapi, angklung, suling kendang dan karinding yang
terletak di lobby. General Manager Aston Primera Pasteur Iwan
Rismawardani berujar sebagai fasilitas pariwisata sudah sepatutnya hotel
menjadi humas untuk mengenalkan identitas kotanya kepada para
wisatawan.
Sumber: Tempo.Co
Sumber: Tempo.Co
Pemkot Bandung Meluncurkan Sepuluh Bus Sekolah Gratis
Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Enjang Mulyana, bus
sekolah gratis mulai melayani siswa di Kota Bandung pada hari ini. Dua
rute yang dilayani adalah Antapani-Ledeng (PP) dan Leuwipanjang-Dago
(PP).
"Siswa bisa naik secara gratis selama memakai seragam sekolah dan menunjukkan identitas siswanya. Diharapkan ini ikut membantu masalah pertransportasian di Kota Bandung," kata Enjang di Plaza Balai Kota Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (7/10/2014).
Bus sekolah tersebut berwarna kuning, dengan desain mirip Trans Metro Bandung (TMB). Bus tersebut bisa mengangkut 60 penumpang dengan komposisi 30 orang duduk dan 30 orang lagi berdiri. Setiap hari bus beroperasi selama 8 rit atau 4 kali pulang pergi. Waktu operasionalnya 05.00-08.00, 11.00-14.00, 16.00-19.00 WIB.
Dari data yang diterima, lintasan BS 01 melayani rute Terminal Antapani-Ledeng sepanjang 15 Km, dimulai dari Terminal Antapani, Terusan Jalan Jakarta, Jalan Jakarta, Jalan Supratman, Jalan Lapang Supratman, Taman Pramuka, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Merdeka, Jalan Wastukancana, Jalan Pajajaran, Jalan Cipaganti, Jalan Setiabudi, Terminal Ledeng.
Rute pulangnya lewat Terminal Ledeng, Jalan Setiabudi, Jalan Cihampelas, Jalan Wastukancana, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ibrahim Ajie, Jalan Terusan Jalarta, Terminal Antapani.
Sementara rute BS 02 rute Dago-Leuwipanjang dengan panjang lintasan lebih pendek 12 Km. Lintasannya mulai Jalan Ir H Juanda, Jalan Merdeka, Jalan Tamblong, Jalan Lembong, Jalan Lengkong Besar, Jalan Lengkong Kecil, Jalan Inggit Garnasih, Jalan Otista, Jalan Peta, Jalan Leuwipanjang, Terminal Leuwipanjang.
Rute pulang Terminal Leuwipanjang, Jalan Leuwipanjang, Jalan Peta, Jalan M Ramdan, Jalan Karapitan, Jalan Sunda, Jalan Sumbawa, JalanBelitung, Jalan Sumatra, Jalan Aceh, Jalan Seram, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Ir H Juanda, Terminal Dago.
"Di daerah situ banyak sekolah yang dilewati. Nanti operasionalnya dikelola PT Trans Metro Bandung (TMB). Mereka pemenang lelang operasionalnya," ujarnya.
Sumber: InilahKoranKom
"Siswa bisa naik secara gratis selama memakai seragam sekolah dan menunjukkan identitas siswanya. Diharapkan ini ikut membantu masalah pertransportasian di Kota Bandung," kata Enjang di Plaza Balai Kota Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (7/10/2014).
Bus sekolah tersebut berwarna kuning, dengan desain mirip Trans Metro Bandung (TMB). Bus tersebut bisa mengangkut 60 penumpang dengan komposisi 30 orang duduk dan 30 orang lagi berdiri. Setiap hari bus beroperasi selama 8 rit atau 4 kali pulang pergi. Waktu operasionalnya 05.00-08.00, 11.00-14.00, 16.00-19.00 WIB.
Dari data yang diterima, lintasan BS 01 melayani rute Terminal Antapani-Ledeng sepanjang 15 Km, dimulai dari Terminal Antapani, Terusan Jalan Jakarta, Jalan Jakarta, Jalan Supratman, Jalan Lapang Supratman, Taman Pramuka, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Merdeka, Jalan Wastukancana, Jalan Pajajaran, Jalan Cipaganti, Jalan Setiabudi, Terminal Ledeng.
Rute pulangnya lewat Terminal Ledeng, Jalan Setiabudi, Jalan Cihampelas, Jalan Wastukancana, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ibrahim Ajie, Jalan Terusan Jalarta, Terminal Antapani.
Sementara rute BS 02 rute Dago-Leuwipanjang dengan panjang lintasan lebih pendek 12 Km. Lintasannya mulai Jalan Ir H Juanda, Jalan Merdeka, Jalan Tamblong, Jalan Lembong, Jalan Lengkong Besar, Jalan Lengkong Kecil, Jalan Inggit Garnasih, Jalan Otista, Jalan Peta, Jalan Leuwipanjang, Terminal Leuwipanjang.
Rute pulang Terminal Leuwipanjang, Jalan Leuwipanjang, Jalan Peta, Jalan M Ramdan, Jalan Karapitan, Jalan Sunda, Jalan Sumbawa, JalanBelitung, Jalan Sumatra, Jalan Aceh, Jalan Seram, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Ir H Juanda, Terminal Dago.
"Di daerah situ banyak sekolah yang dilewati. Nanti operasionalnya dikelola PT Trans Metro Bandung (TMB). Mereka pemenang lelang operasionalnya," ujarnya.
Sumber: InilahKoranKom
Senin, 24 November 2014
Senin, 27 Oktober 2014
Move On
Orang bilang
Move On itu susah, Move On itu ga gampang, mereka semua belum nyoba yang namanya itu Move On.
Move On itu ga segampang orang yang ngomong, gue sering dapet nasehat dari orang-orang bahkan dari sahabat gue sendiri, mereka bilang "cepet Move On dong lo, bukan cowo itu aja kali yang ada di dunia ini, masih banyak yang lebih perfect dari dia, ayo lupain-lupain lo pasti bisa lupain dia, gue yakin lo pasti bisa" gue jawab aja "eh emang Move On gampang? segampang ngebalikin telapak tangan gitu? Lo nyuruh gue Move On emang lo pernah ngerasain yang namanya Move On?".
Menurut gue Move On itu menghilangkan sebagian ingatan dan kenangan dari memori gue. Terus, dengan gue bisa Move On gue harus hilangin ingatan gue gitu? Kenapa sih gue harus kenal sama yang namanya cowo? Kalo akhirnya bakal kaya gini-gini juga, gue ga bisa Move On terus kenapa gue bisa kenal cinta? sedangkan cinta itu menyakitkan dan cuman bisa bikin sedih, sakit hati, galau, dan sebagainya. Gue itu ga seegois orang yang bilang cepet 'Move On', ya walaupun cowo yang gue susah Move On-in udah duluan Move On dari gue.
Jujur gue ingin Move On banget, tapi hati kecil gue ga bisa untuk Move On dari si dia, ah yaudah lah ya inti nya si gue ga bisa Move On dari si dia, cukup gue dan tuhan aja yang tau isi hati gue sekarang kaya gimana haha
Oke gais cukup sekian curhatan gue kali ini, sorry banget kalo ini garing atau bosenin, ya setidak nya sih gue cuman mau berbagi tentang isi hati gue haha.. Inti nya sih cowo itu lebih cuek dari cewe dan satu lagi cowo itu lebih egois dar kita, jadi sabarin aja ya kalo cowo si lo pada kaya mantan si gue.
Langganan:
Komentar (Atom)